Jumat, 17 Desember 2010

Peraduan Cinta Sejati

Peraduan Cinta Sejati

Kupandang titik jadi kata, kueja kata jadi kalimat, kubaca kalimat jadi cerita, kusimak cerita jadi tak ada, hanya satu yang bicara ialah percaya.

Aku tak percaya pada cinta bertabur bintang, asa kasih bersinar rembulan, rindu sayang sesempurna purnama. Hanya satu yang kupercaya, cinta kasih sayang Tuhan semesta yang tak pernah dusta.


Kini telah kudengar rangkaian kata, kudengar untaian kalimat, kudengar rangkuman cerita hingga kudengar dan kulihat yang tak didengar dan tak dilihat oleh yang bercerita tentang cinta nan nista di alam nyata jadi derita semesta.

Akhirnya, gemintang akalku menyemarakkan keindahan cakrawala alam kegelapan, disempurnakan purnama jiwaku yang menerangi pikir walau masih ada mendung yang menghalangi cahaya rembulanku, tapi kilau cintaku mampu menembus lorong hitam batas alam nyata. Dan sinar mentari hatiku menjadi energi kasih sayangku pada permaisuriku yang menjadi wujud semesta dalam irama Rahmat, Berkat dan Selamat di Samudera Ampunan-Nya.

Duhai permaisuriku, mari kita istirahat dari keramaian inderawi, biarkanlah bejana jiwa menampung air mata derita, mari kita tidur di peraduan cinta sejati berselimut kasih sayang Ilahi memadu janji jadi pasangan abadi atas izin Allahu Robbi.

by cm. hizboel wathony

Tidak ada komentar: