Jumat, 17 Desember 2010

Pesan cinta & kerinduan

Duhai kasihku,
Sore itu kabut menyelimu deretan pinus, julang gunung mulai tertutup gumpalan awan yang merambah, cahaya senja tetap mampu menerobos di antara celah mega yang membuat sore bertambah indah, gemerlap pantulan cahaya di ujung daun pinus membuat aku tersadar sedang berada di rentang kota darimu, duhai sayangku.

kabut asmara


kabut asmara

duhai asmaraku,
julang gunung berselimut gelombang kabut
rindu pagi suara merdu kicau burung bersambut
butiran air hujan bagai jutaan mutiara di ujung rumput
cahaya pagi menerobos derai hujan jadi selimut

Peraduan Cinta Sejati

Peraduan Cinta Sejati

Kupandang titik jadi kata, kueja kata jadi kalimat, kubaca kalimat jadi cerita, kusimak cerita jadi tak ada, hanya satu yang bicara ialah percaya.

Aku tak percaya pada cinta bertabur bintang, asa kasih bersinar rembulan, rindu sayang sesempurna purnama. Hanya satu yang kupercaya, cinta kasih sayang Tuhan semesta yang tak pernah dusta.

Istana Asmara


Istana Asmara

Duhai cintaku, kubangun Istana Asmara di jiwamu tuk memadu cinta kasih kita, kuhadirkan cahaya matahari yang menjadi energi penghapus dosa, kusimpan buku masa silam di kedalaman samudera hati bagai mutiara yang tersimpan rapat di kelopak kerang abadi, kuhamparkan permadani tauhid tuk jadi tilam pengabdianmu, kuselimuti dirimu dengan kain hakikat dan syari'at.

Duhai kasihku, kupeluk, kuraih, kudekap dirimu hingga terlelap dipundakku, sementara kegelapan bergegas meninggalkan malam, kini relung cahaya menyinarimu dengan sentuhan ultra violet yang menyadarkanmu bahwa dirimu ada di tempat yang indah, Istana Hakikat yang dikepung dengan cahaya mentari pagi.

Duhai sayangku, mari kita menghirup udara pagi yang segar dengan secangkir kopi cinta ditemani cookies asmara menjadi sarapan kasih sayang kita di bawah sinar mentari Rahmat-Nya.

Duhai permaisuriku, mari kita hidupkan bara asmara untuk membakar benih cinta kita ditungku kasih sayang agar menjelma romantika cinta kasih kita disepanjang masa. Hanya untukmu, duhai permaisuriku, cium mesra dengan sejuta cinta kasih sayang abadi dari wujud ILAHI.

by cm. hizboel wathony
06 Nopember 2010

Kelambu Syari’at


Kelambu Syari’at

Duhai permaisuriku,
Aku melihat yang tak dilihat oleh kasat mata.
Aku mendengar yang tak didengar oleh telinga jasmani.
Aku berkata yang tak dikatakan oleh mulut jasadi.
Aku merasakan apa yang tak dirasakan indera basyari.

Aku rindu padamu Aku rindu padamu

Aku rindu padamu Aku rindu padamu

Duhai cintaku,
Gelombang kerinduan yang menghantam karang nafsu, membuncah ke dinding qalbu
Gairah asmaramu melebihi batas cakrawala membuat diriku kian tak dapat menahan rindu
Senyummu bagai alunan irama musik padang pasir yang memenuhi ruangan jiwaku
Raut wajahmu melayang-layang dalam anganku dan menempel disetiap dinding hatiku

gemuruh cemburu


gemuruh cemburu

gemuruh-gemuruhku
gemuruh cintaku
gemuruh kasihku
gemuruh sayangku
gemuruh cemburuku

ku ingin kembali

ku ingin kembali

Ilahi
pikirku bak debur
kabut malam menyelimuti hatiku
gemuruh cemburu memburu
menambah simbah gelisah jiwaku
permaisuriku tersipu malu
bersimpuh peluh merengkuh dalam hatiku
berliku laku dalam arum nafsu
berjuta kata merangkai sastra merana daku