Jumat, 17 Desember 2010

Aku rindu padamu Aku rindu padamu

Aku rindu padamu Aku rindu padamu

Duhai cintaku,
Gelombang kerinduan yang menghantam karang nafsu, membuncah ke dinding qalbu
Gairah asmaramu melebihi batas cakrawala membuat diriku kian tak dapat menahan rindu
Senyummu bagai alunan irama musik padang pasir yang memenuhi ruangan jiwaku
Raut wajahmu melayang-layang dalam anganku dan menempel disetiap dinding hatiku


Duhai kasihku,
Aku duduk ditepian pematang, nyala lentera di sudut dinding gubuk bergerak gerak tertiup angin
seperti bidadari yang sedang menari japin di gurun pasir,
aku membayangkan dirimu menari bersamaku di bawah purnama.
Kuharap malam tak lagi bergeser agar purnama tetap menyinari hatiku yang penuh dengan kemilau wajahmu

Duhai sayangku
Gemericik air di sela pematang bak bisikan suaramu melantunkan kata sayaang di telingaku
Desir angin malam menyapu permukaan kepalaku serasa dirimu sedang membelai rambutku
Hamparan padi menguning persis permadani yang menjadi peraduan cinta kasih kita
Aku tak ingin beranjak dari tempat ini hingga Tuhan menyampaikan gelisah rinduku padamu

Duhai permaisuriku
Cintamu padaku bagai relung cahaya purnama yang menerobos hati
Kasihmu padaku bak bintang menghiasi angkasa dikegelapan malam
Sayangmu padaku bagai hamparan cakrawala yang tak berujung
Cinta kasih sayangmu padaku bersemayam di aras asmaramu

Duh Gusti Allah
Kegelisahanku padanya merangkai getar-getar munajat kepada-Mu
Kemesraanku padanya menggulung nama-nama-Mu
Kerinduanku padanya menghantarkan derai zikir kepada-Mu
Aku tak akan berhenti memandangnya  hingga tampak keelokan wujud-Mu

by cm. hizboel wathony
30-10-2010

1 komentar:

miftah utomo mengatakan...

izin copy paste tadz,,,