Rabu, 13 Mei 2009

GELORA HIDUP DALAM SERIBU KASIH SAYANG

Ku tatap rembulan

Ku tak kuat terpa terik matahari

Ku pandang lautan nan tak bertepi

Ku tak tahan hempasan gelombang ombak

Ku lihat panorama permai

Ku tak bisa mendaki gunung


Disaat kubergelora denganmu

Dimana kumemeluk dirimu

Entah siapa yang ada dalam tidak

Entah bagaimana tidak tapi ada


Harus kemana kucari kelembutan jiwa nan abadi

Rinduku pada kelembutan dan kesejukan

Jiwaku terasa gersang dan gelisah tanpa dirimu sayang

Hanya ada padamu harapanku

Kan kuserahkan hanya untukmu seorang

Semua yang ada padaku adalah milikmu

Mari kita raih cita-cita suci yang menjadi impian


Doaku, pertemukan diriku denganmu

Dalam nuansa keabadian lahir batin


Rasanya sudah lama tak jumpa

Walau baru kemaren bertemu

Rindu hati padanya

Duhai kasihku

Duhai sayangku

Cintaku hanya padamu


Tiap hari kukenang

Tiap malam terbayang

Jiwaku terbang melayang

Terbawa rabung bidadari kahyangan

Duhai kasihku

Duhai sayangku

Merintih hatiku pagi dan petang


Ilahi,

Engkau menyeru kepadaku seraya katanya

hai insan, janganlah engkau mengeluh

hai insan janganlah engkau merintih


Jawabku Ya Ilahi,

Bukan aku mengeluh dan juga merintih

Tak ada salahnya bukan…?

Jika diriku ini mengenang dirinya seorang.


Oh…kehampaan jiwaku

Pikirku melayang ingat dirimu sayang

Duh kekasihku


Aku tak dapat melupakan dirimu walau sekejap

Bilakah engkau datang sayang

Tak mengapa hanya ada dalam bayangan


Sayang, tidakkah engkau rasakan betapa lara sukmaku

Hidupku merana, tersiksa dalam belaian asmara


Sayang, aku tak kuat lagi menanggung beban ini

Aku tak tahan menerima derita ini

Terlebih kurasakan disaat lepas senja

Remang kegelapan melingkari jiwaku

Dingin merebak menutupi tubuhku


Duh sayang, cinta terkadang terbang

Membawa rindu nan menderu

Bak suara langkah serdadu


Sayang, kuingin menemuimu

Tuk bercerita

Bercanda

Bercumbu

Melepas rindu

Yang dipandu

Terpadu.


Sayang,

Engkau telah datang

Melunasi hutang

Asmara di ladang

Masuk gudang

Alangkah nikmatnya

Dunia yang kita rasakan

Seraya ada dalam alam syurga

Keindahan bercumbu kasih mesra

Kuraih dirimu dalam pelukan

Kau balas dengan cium kasihmu

Kau beri salam seribu cinta kasih nan abadi

Kubalas alunan cium mesra sejuta kasih sayang


Kasih,

Engkau telah manyatu

Dalam kenyataan yang tidak

Engkau mendua

Dalam satu kerinduan

Engkau memberi yang tidak

Engkau meminta yang tak ada

Engkau bergayut pada tepi cita asa

Engkau merajuk dipersimpangan kasih sayang

Engkau merana dalam buaian cinta

Engkau tersiksa dibara asmara


Sayang,

Tak ada kata dan cita yang tapat tuk kita

Kecuali pasrah dan menyerah pada kehendak ilahi

Kita sepakat untuk tidak saling melukai

Kita sepakat untuk saling menghormati

Kita sepakat untuk saling menjaga

Kita sepakat untuk saling berbagi rasa dalam suka dan duka


Akhirnya,

Kita sepakat tuk bertemu kelak di syurga

Tanpa dunia yang tak bersahabat

Hanya menunggu ridho Ilahi.


Jakarta, Juni - Agustus 1999

Tidak ada komentar: